Lestarikan Seni Tradisi Dengan Festival Hadrah

Kabardaerahku ( Brebes )
Sebanyak 37 grup dari Kabupaten Brebes, Kota Tegal dan Slawi diuji kreativitasnya dalam festival hadrah 2018. Mereka berusaha tampil menjadi yang terbaik dihadapan para dewan juri agar mendapatkan nilai yang terbaik seraya memuji-muji Nabi Muhammad SAW dengan Sholawat Nabi.
“Festival ini, sebagai upaya mempertahankan seni tradisi islami terutama di kalangan generasi muda,” ujar Pembantu Ketua 1 Sekolah Tinggi Agama Islam Brebes (STAI B) Rokhidin saat membuka Festival Hadrah di Aula Islamic Center Brebes. Ahad (4/3).

Menurut Rokhidin, melestarikan seni tradisi Islami harus diupayakan dengan berbagai upaya kreativitas seperti halnya digelar festival. Dia merasa senang karena di sekolah sekolah dan di kampung telah menjamur seni hadrah. Termasuk sudah menjadi kegiatan ekstrakurikuler di berbagai sekolah negeri maupun swasta.

Dalam kesempatan tersebut, Rokhidin juga mengajak kepada hadirin untuk mendoakan Kabupaten Brebes yang tengah dilanda bencana. Mudah-mudahan cepat pulih kembali dan mendapat perlindungan dari Allah SWT.
“Lewat puji-pujian seni hadrah ini, semoga kita semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” harapnya.

Penanggung jawab kegiatan H Muslim Khudori menjelaskan, dari 3 daerah menghadirkan 37 grup unjuk kebolehan menampilkan kepiawaiannya memainkan musik hadrah. Festival hadrah digelar untuk terus mendorong beragam kreativitas pelajar terutama sektor keagamaan agar tumbuh kreatif baru.

“Festival ini untuk mewadahi kreativitas pelajar yang bermusik dengan nuansa religi,” ujar Muslim yang juga Pembina Unit Kegiatan Mahasiswa STAI Brebes.

Dia melihat, potensi bermusik hadrah di lingkungan pelajar saat ini mulai cukup besar. Kesenian hadrah merupakan salah satu kesenian khas islami yang selalu mendapat tempat di hati umat Islam.
Tiap grup, lanjut Muslim, terdiri dari 12 anggota dengan menampilkan dua buah sholawat. Untuk sholawat wajib Assalamu’alaik dan sholawat lainnya seperti Ya Habibi Qolbi dan Hummah dalam durasi maksimal 10 menit.

Festival digelar atas kerja bareng antara STAIB, Komunitas Mahasiswa Pecinta Al Quran (Kompak) dan Forum Kajian Kitab Kuning (FK3).

Festival yang berlangsung hingga pukul 21.00 WIB itu, akhirnya dewan juri menetapkan sebagai juara 1 grup hadrah Asshofa Jatibarang, juara 2 El Salaff Brebes, juara 3 LBBM Bulakamba, juara harapan 1 JTT Brebes, harapan 2 Pemuda Nabawi Larangan, dan harapan 3 LNM Adiwerna Tegal.

Mereka mendapatkan hadiah berupa tropy dan uang pembinaan. Juara 1 Tropi dan uang pembinaan Rp 2 juta, juara 2 tropy dan uang pembinaan Rp 1.500, juara 3 tropy dan uang pembinaan Rp 1 juta. Untuk harapan 1 berupa tropy dan uang Rp 700 ribu, harapan 2 tropy dan uang Rp 500 ribu dan harapan 3 tropy dan uang Rp 250 ribu.

Sumber Berita http://www.kabardaerahku.com/2018/03/lestarikan-seni-tradisi-dengan-festival.html (ws / Pur )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *